Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Konsep Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsep Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Papan Reklame Pinggir Jalan dan Potensi Lakalantas

Billboard
Pemasangan papan reklame (billboard) di pinggir jalan bahkan di atas median jalan dapat dipandang cukup efektif dalam strategi marketing. Sebagaimana fungsi periklanan adalah memberikan informasi, membujuk atau mempengaruhi, menciptakan kesan, memuaskan keinginan dan sebagai alat komunikasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pemilihan lokasi menjadi sangat strategis di mana akses publik lebih luas dengan intensitas yang lebih tinggi. Jalan raya adalah area yang hampir tidak pernah sepi dari lintasan manusia, sehingga wajar jika di sekitarnya dijadikan lokasi pemasangan iklan atau pengumuman yang diharapkan dapat dilihat banyak orang. 

Sebagai masyarakat yang membutuhkan informasi, kita tentu cukup terbantu dengan keberadaan baliho-baliho dan spanduk-spanduk pengumuman ataupun papan-papan reklame yang terpasang di pinggir jalan. Dan bagi pemasang iklan tentunya lebih terbantu menjangkau target pasarnya dengan harapan meningkatkan penjualan produknya.

Tetapi ada hal lain yang kurang diperhitungkan atau mungkin diabaikan yaitu masalah keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Sebagian besar pengguna jalan raya adalah pengendara kendaraan bermotor. Dalam kondisi berkendara, konsentrasi dapat terbagi ketika pandangan terpancing dengan keberadaan properti di pinggir jalan yang memang sengaja dipasang untuk menjadi pusat perhatian. Ketika pandangan tertuju pada salah satu papan reklame di pinggir jalan apalagi berusaha membaca tulisannya, maka otomatis fokus pandangan akan beralih dari jalan yang hendak dilewati. Tidak sulit dibayangkan dalam kondisi ini, sangat mungkin mengganggu keamanan atau setidaknya kenyamanan berlalu lintas. 

Menyadari hal-hal seperti ini, patut dipikirkan kembali tentang regulasi pemasangan iklan di pinggir jalan. Dari segi keuntungan baik pemasang iklan maupun pemerintah sama-sama mendapatkannya. Pemerintah mendapatkan keuntungan dari pendapatan pajak reklame. Tetapi pemerintah sebagai pengayom masyarakat harus pula memperhitungkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Dari segi prosentase potensi kecelakaan akibat papan reklame ini mungkin tidak besar, tetapi bukankah lebih baik jika kemungkinan itu dihindari sama sekali? Alternatif-alternatif lain harus dapat difikirkan, karena kita tentunya tidak ingin menggadaikan nyawa betapapun kecil resikonya dengan keuntungan finansial yang lebih banyak jalan untuk mendapatkannya.
BILLBOARD
View more PowerPoint from Bun Yamin

Selasa, 27 Maret 2012

MENGUSIK KEMBALI KEKAKUAN INTELEKTUAL DUNIA AKADEMIK

Tema ini dulunya adalah obrolan usang di kalangan teman-teman HMI yang sering asyik mengkritik kemapanan ilmu pengetahuan yang dianggap tabu oleh sebagian akademisi. Meskipun saat itu mereka belum mampu menghasilkan suatu teori yang dapat dianggap memenuhi standar ilmiah, tetapi sikap kritis ini sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kreatifitas agar ilmu pengetahuan terus berkembang tidak terbatas oleh orang-orang yang dianggap mumpuni. Teori-teori baru dapat lahir dari otak siapa pun karena setiap pemikiran memiliki keunikan yang dapat menangkap realitas dengan kepekaannya tersendiri. 

Mahasiswa sering diperhadapkan pada kenyataan bahwa mereka diharuskan mengakui kebenaran teori-teori terdahulu. Pengujian-pengujian yang dilakukan baik pembuktian teoritis maupun eksperimen di laboratorium hanyalah aktivitas pembuktian teori baku yang diwariskan oleh ilmuwan-ilmuwan terdahulu. Kurikulum di perguruan tinggi saat ini mungkin sudah lebih fleksibel, tetapi praktek pengajaran masih menggunakan  tradisi klasik yang tidak mengarahkan mahasiswa pada riset sehingga output pendidikan masih menjadi kotak penampungan teori yang seragam dari masa ke masa.

Kita tentu tidak buta dengan sejarah bahwa orang-orang berilmu zaman terdahulu tidak semua melalui jalan yang mulus dalam pendidikan formalnya, tetapi teori mereka yang kita agungkan hingga hari ini tidak menginspirasi kita untuk memahami proses kreatifnya. 

Senin, 20 Februari 2012

ALAT TULIS TANGAN

Latar Belakang

Peralihan zaman Prasejarah ke zaman Sejarah menuntut manusia sebagai pelaku budaya menemukan alat untuk memudahkan pekerjaan mendokumentasikan peristiwa / kejadian penting hingga pewarisan budaya dan ilmu pengetahuan. Peralihan itu turut ditandai dengan ditemukannya alat tulis. Alat tulis yang paling praktis adalah alat tulis tangan.

Tujuan
  • Mengenal alat tulis tangan dari generasi ke generasi
  • Mengenal teknologi yang mengawal penciptaan alat tulis tangan
  • Memprediksi penggunaan teknolgi alat tulis tangan masa depan dan peluang terjadinya revolusi alat tulis

Manfaat
  • Menulis/mencatat hal-hal penting yang akan berguna di masa yang akan datang
  • Membuat alat bukti secara cepat dan praktis
  • Membuat pesan yang tidak bisa disampaikan secara lisan
  • Etc

Dampak
  • Mempermudah pekerjaan (+)
  • Limbah dari bekas alat tulis tangan yang menjadi problem lingkungan (-)


Diajukan oleh :
  • Bun Yamin
  • Ramses
SLIDE PRESENTASI DAPAT DIDOWNLOAD SI SINI

 
 
Blogger Templates